Tampilkan postingan dengan label berita otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita otomotif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2016

Tarif Mana yang Paling Murah, UberMotor, Go-Jek atau GrabBike?


Layanan ojek UberMotor resmi hadir di Jakarta, Rabu (13/4/2016) (Foto: Uber Indonesia/artikel/pagi).
Layanan ojek UberMotor resmi hadir di Jakarta, Rabu (13/4/2016) (Foto: Uber Indonesia).
ARTIKEL-PAGI - Persaingan aplikasi penyedia transportasi ojek makin ketat. Setelah sebelumnya Go-Jek dan GrabBike, pengguna jasa ojek online kini kedatangan layanan UberMotor di Indonesia.

Secara resmi, Uber Indonesia mengumumkan kehadiran layanan ojek online tersebut di Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Uber mengklaim memberikan layanan ojek online bertarif paling terjangkau. Sebenarnya, lebih murah mana sih UberMotor dibandingkan dengan Go-Jek dan GrabBike? Inilah informasi tarif ketiganya yang dihimpun Tekno Liputan6.com.

Go-Jek

Per Desember 2015 , Go-Jek melalui akun Twitter resminya @gojekindonesia memberlakukan tarif baru untuk wilayah Jabodetabek, yakni untuk perjalanan 1-10 Km tarifnya Rp 12.000

Sementara untuk jarak perjalanan 10-15 Km, tarifnya adalah Rp 15.000. Dengan rincian untuk perjalanan di atas 15 Km, Go-Jek akan menambah biaya sebesar Rp 2.000 per Km dengan jarak maksimum 25 Km.

Sedangkan untuk jam sibuk, Go-Jek memberlakukan biaya tambahan sebesar Rp 5.000.

Tarif Mana yang Paling Murah, UberMotor, Go-Jek atau GrabBike?



Grab-Bike

Perusahaan penyedia transportasi berbasis aplikasi asal Malaysia ini memberlakukan tarif perjalanan berdasarkan jarak dan tarif minimum.

Per Km, pengguna harus membayar Rp 1.500. Namun, minimum tarif yang harus dibayarkan pengguna adalah Rp 10.000.

Jika jarak yang ditempuh pengguna hanya 4 Km, secara matematis tarif yang dibayarkan pengguna adalah Rp 1.500 x 4 yakni Rp 6.000.

Namun, karena GrabBike memberlakukan penentuan tarif minimum, ongkos yang harus dibayarkan pengguna adalah Rp 10.000.

Saat jam sibuk yakni jam 07.00-09.00 WIB dan 16.00-19.00 WIB, GrabBike memberlakukan tarif tambahan sebesar Rp 8.000.

UberMotor

Sebagai layanan ojek online yang paling bontot dibandingkan Go-Jek dan GrabBike, Uber Indonesia memberlakukan tarif dasar Rp 1.000 dengan tambahan tarif dihitung per Km sebesar Rp 1.000 per Km, serta tarif per menit Rp 100.

Dengan harga bersaing, UberMotor pun memberlakukan tarif minimum yang hanya Rp 1.000. Meski begitu, selama masa promosi, Uber Indonesia memberikan perjalanan gratis untuk pengguna baru UberMotor di Jakarta.

Perjalanan gratis ini berlaku sejak 13 April hingga 11 Juli 2016 dengan cara memasukkan kode promosi 'uberMOTORJKT' pada aplikasi. Selanjutnya, pengguna baru akan mendapatkan perjalanan gratis bersama Uber dengan nilai Rp 75.000.

Sumber : Liputan6.co

Ini Sosok Skuter Pertama BMW yang Pakai Atap Pelindung


BMW C1 menggabungkan fungsionalitas roda dua dan aspek keselamatan roda empat. (artikel pagi)
BMW C1 menggabungkan fungsionalitas roda dua dan aspek keselamatan roda empat.



ARTIKEL-PAGI - BMW Motorrad sebagai produsen roda dua terkemuka juga tergoda menciptakan skuter. Adalah C1, skuter pertama BMW yang diharapkan jadi kendaraan yang fungsional untuk mobilitas perkotaan.

BMW C1 dibangun oleh perusahaan Italia bernama Bertone. Skuter ini memiliki bentuk yang unik, karena bagian pengendara tertutup kanopi yang membantu melindungi saat cuaca buruk.

Rancang bangun C1 menggabungkan fungsionalitas roda dua dan aspek keselamatan roda empat. Skuter ini memiliki kemampuan manuver yang bersahabat serta irit bahan bakar. Selain itu, bentuk atap ini memberi perlindungan kecelakaan yang diklaim sebanding kemampuannya dengan mobil kompak Eropa, demikian dilansir Bmwblog.

Desain BMW C1 ini membuat banyak negara mengabulkan permintaan pabrikan yang meminta pengendaranya dibebaskan dari kewajiban mengenakan helm, contohnya di Inggris dan Swedia.

Skuter ini didukung mesin satu silinder berkapasitas 176 cc yang menghasilkan tenaga maksimum 18 Tk dan torsi 17 Nm. Sistem transmisi pada BMW C1 bekerja secara otomatis dengan transfer daya ke roda menggunakan belt.

Dengan segala kecanggihannya, ternyata BMW C1 sulit memikat konsumen. Skuter ini penjualannya tidak memuaskan sehingga hanya dipasarkan secara singkat.

BMW Motorrad resmi menghentikan produksi C1 setelah dua tahun diluncurkan. Pada kelanjutannya, rancangan C1 dikembangkan menjadi skuter listrik bernama C1-E yang diperkenalkan pada 2009.